Tuesday, 1 March 2016

bicara hati

bismillah

Semalam saya tidur awal. Jarang sekali saya dapat tidur begini. Kebelakangan ini selera tidur sangat berkurangan, mungkin jua ada kena mengena dengan proses perjalanan usia. Kata orang kalau kita yang makin berusia dapat tidur 6 jam maksud saya tidur berkualiti sudah mencukupi. Biasanya seorang manusia memerlukan tidur 8 jam baru di kira tidur yang sempurna.


Sepulangnya dari airport, fetching Mem and my two lovely daughters, we drop by at RR Dengkil for some refreshment...it's been so long we haven't take satay kajang Hj Samuri. Saya suka satay perut dan kambing. Memang itu lah yang saya selalu makan kalau saya singgah kat resto Hj Samuri. 

Mungkin kerana kekenyangan dan juga keletihan seharian penat menguruskan hal2 peribadi membuatkan saya terasa penat dan mengantuk. Kebetulan semalam ada rancangan meletop era, saya layan lah ala kadar yang termampu...Akhirnya tv yang tengok saya.

Lebih kurang jam 4am saya terbangun. Kebetulan saya tidur di ruang tamu jadi tak ada lah saya mengganggu sesiapa. Kalau tidur di master bedroom bila terbangun nanti Mem terganggu tidurnya. Hari ini bermula sesi baru nya untuk lecture di kampus Puncak Alam. Dia perlu cukup rehat dan bangun dengan badan yang segar.

Setelah bangun saya keluar pintu dan menikmati dini hari yang bening...Indahnya alam ciptaan Allah. Segalanya cukup teratur dengan bulan dan bintang bertaburan di langit. Awan bergerak perlahan kadang2 menutupi sebahagian bulan dari pandangan. Angin sepoi2 sungguh menyegarkan. Ya, angin dari kawasan tadahan air di Bukit Cerakah. Memang masih ada hutan terpelihara tanpa gangguan manusia dan di situ lah terdapat banyaknya negative ion atau vitamin udara. Saya sangat beruntung dapat tinggal di pinggir hutan sedemikian.


Menikmati indahnya suasana di kebeningan dini hari pagi ini memberi satu perasaan yang syahdu dan membuatkan saya terpaku dan termenung sendirian tentang alam dan penciptaNya, Allah Yang Maha Esa. Terasa betapa kerdilnya diri bila berhadapan dengan ciptaan Nya. Kita patut bersyukur masih di beri waktu untuk menikmati semua ini...Allah masih sayang pada kita...

Tapi kadang2 kita lalai dan alpa tentang siapa kita sebenarnya. Kita mengejar dunia, begitu sibuk seharian sampai tiada waktu untuk berterima kasih pada Nya...untuk sujud dan berbicara dengan Nya mengikut ruang2 yang telah di tentukan untuk kita melakukannya. 

Aduh...maafkan hamba mu ini Ya Allah kiranya selama ini aku teralpa tentang siapa diri ku sebenarnya. Hidup ini singkat dan setiap langkah kita semakin hampir bertemu Nya di tempat yang abadi...

Benarlah bahawa: 

"bekerja lah kamu seolah kamu akan hidup seribu tahun lagi dan beramal lah kamu seolah kamu akan mati esok hari"



Hidup ini perlu kesederhanaan...harus imbangi antara dunia dan akhirat. Kita di dunia ini ibarat musafir, berkelana untuk menuju ke suatu tempat abadi. Kita hanya singgah sementara menunggu waktu untuk meneruskan perjalanan ke destinasi yang tiada siapa pun mampu menghindarinya.

Allah Maha Besar, tiada yang lebih berkuasa selain Dia..
Dia lah yang memegang fitrah kita 
Dia lah yang memiliki kita.....




ikhlas dari saya
wassalam